Pages

Saturday, April 25, 2009

Kenyataan Khuzaifah Adalah Benar

Suatu hari seorang penduduk Yaman bernama Khuzaifah Al-Yamani berkata bahawa dia pernah berjumpa dengan seorang khalifah.

Khalifah tersebut bertanya keadaan diri Khuzaifah, "Bagaimana keadaanmu di pagi ini, wahai putera Al-Yamani?"

Khuzaifah menjawab, "Sebagaimana yang Anda inginkan. Di pagi ini aku - demi Allah - membenci al-haq dan mencintai fitnah, aku bersaksi atas apa yang tidak ku lihat, aku sholat tanpa wudhu' dan di bumi ini aku memiliki apa yang tidak Allah miliki di langit."

Jawapan putera Al-Yamani ini telah menaikkan kemarahan si khalifah dan si khalifah tersebut ingin memukul Khuzaifah Al-Yamani di atas ucapannya itu. Di pertengahan jalan, si khalifah bertemu dengan Ali bin Abi Thalib kw. Ali kw dapat melihat kemarahan di muka khalifah tersebut, lalu bertanya, "Apa yang menyebabkan anda amat marah ni, wahai khalifah?"

"Aku bertemu dengan Khuzaifah bin Al-Yamani," jawabnya tegas. "Aku tanya bagaimana keadaan dia di pagi ini, jawabnya, di pagi ini aku membenci al-haq," kata khalifah selanjutnya.

Ali kw mencelah, "Dia benar. Dia membenci kematian dan kematian adalah al-haq (kebenaran)."

"Dia berkata, aku mencintai fitnah," si khalifah meneruskan katanya dengan kekesalan.

Ali kw terus memberi penjelasan, " Dia benar. Dia mencintai harta dan anak. Allah Ta'ala berfirman; "Sebenarnya harta dan anak kalian adalah fitnah (ujian), (QS Al-Munafiquun 15)."


Khalifah berkata lagi, "Katanya aku bersaksi atas apa yang tidak aku lihat."

"Dia benar! Dia bersaksi atas keEsaan Allah, kematian, kebangkitan, hari qiyamat, syurga, neraka, shirat-tul mustaqim. Semua itu belum pernah dia melihatnya," jawab Ali kw pasti.

Khalifah berkata lagi, "Katanya dia sholat tanpa wudhu'."

Ali kw menjawab, "Dia benar! Dia shoat (membaca salawat) atas anak pamanku Rasulullah saww tanpa wudhu' dan itu diperbolehkan."

Khalifah terus berkata, "Wahai Abal Hasan, dia telah mengatakan sesuatu yang lebih dahsyat dari itu."

"Apa itu?" tanya Ali kw ingin penjelasan lanjut.

Khalifah menjawab, "Dia berkata dia memiliki sesuatu di bumi apa yang tidak dimiliki Allah di langit."

"Dia memang benar! Dia memiliki isteri dan anak sedangkan Allah terlalu maha Agung untuk mempunyai pasangan dan keturunan," jawab Ali bin Abi Thalib kw enteng.

Dengan nada kekesalan, si khalifah berkata, "Hampir saja putera Al-Khattab binasa jika tidak berjumpa denganmu wahai Ali bin Abi Thalib kw pad pagi ini."

Menyukai Fitnah

Pernah seorang khalifah bertanya kepada seseorang, "Bagaimana (keadaan) kamu?"

Orang itu menjawab, "Aku termasuk orang yang menyukai fitnah, membenci kebenaran, dan meyakini apa yang tidak terlihat."

Khalifah tersebut terkejut lalu beliau menyuruh agar orang itu dipenjarakan, tetapi Ali bin Abi Thalib kw melarangnya, "Dia benar, apa yang dia kata adalah betul!"

Khalifah kehairanan dan bertanya kepaada Ali kw, "Bagaimana Anda boleh berkata begitu?"

Ali kw menjawab, "Dia menyukai harta dan anak. Allah berfirman, "Seungguhnya harta dan anak kalian adalah fitnah (ujian)." Quran Al-Munafiq-quun:15). Dia membenci kebenaran, iaitu kematian, dan dia meyakini bahawa Muhammad ASWW adalah utusan Allah padahal dia tidak pernah melihat atau bertemu dengan Baginda."

Selepas mendengar penjelasan dari Ali bin Abi Thalib kw, maka beliau menyuruh agar orang tersebut dibebaskan seraya berkata, "Allah mengetahui di mana Ia meletakkan risalah-Nya." (QS Al-An'am:124).

Sunday, April 19, 2009

Lengkapi Sifat-sifat Keimanan Pada Diri Kita

من مواعظ النبي صلى الله عليه و اله و سلم:
ثلاث من كنّ فيه استكمل خصال الايمان: الذى اذا رضي لم يدخله رضاه في باطل و اذا غضب لم يخرجه الغضب من الحقّ و اذا قدر لم يتعاط ما ليس له.
تحف العقول صفحه 43



Nabi SAW bersabda:

"Tiga perkara jika dimiliki (seseorang) maka lengkaplah sifat-sifat keimanan pada dirinya; (i) jika senang atas sesuatu, kesenangan itu tidak menjerumuskannya ke dalam kebatilan; (ii) jika marah, kemarahan itu tidak membuatnya keluar dari jalan kebenaran; dan (iii) jika kuat tidak menjadi rakus atas apa yang bukan haknya."
(Tuhaf Al-‘Uqul halaman 43)

Makna riwayat ini bukan membatasi tanda-tanda keimanan pada tiga perkara ini saja. Tetapi artinya bahwa siapa saja yang memiliki tiga sifat ini dalam dirinya berarti ia telah menyempurnakan semua tanda keimanan. Sebab masing-masing dari ketiga karakter itu harus didahului dengan mengumpulkan sejumlah sifat mulia lainnya. Ketiga karakter itu adalah, tidak membela seseorang atau apa saja secara tidak benar hanya lantaran kecintaan dan kesenangan kepadanya, kemarahan tidak membuatnya keluar dari jalur kebenaran, dan ketika memiliki kekuatan tidak menggunakannya untuk merebut apa yang bukan haknya.


Makan Malam Yang Sederhana

Suatu hari ketika saya menghadap Rahbar di rumah beliau. Pembicaraan kami berlangsung sangat lama hingga mendekati saat shalat Maghrib. Usai menunaikan shalat Maghrib, beliau berkata kepadaku, "Saudara Rahim, makan malamlah bersama kami."

Meski menurutku ini merupakan anugerah yang besar namun saya menolak dengan halus karena hal ini akan merepotkan beliau. Rahbar mengatakan, "Ini tidak merepotkan, tetaplah di sini dan makan malam bersama kami apa adanya."

Ketika makan malam telah disiapkan, saya melihat makam malam beliau bersama keluarganya sangat sederhana dan tak lebih dari telur goreng. Akhirnya sayapun ikut makan bersama beliau dengan makanan sederhana tersebut.


Dipetik dari....

BENARKAH PADA OKTOBER 2015 'IMAM MAHDI" AKAN MUNCUL?

Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Jaber Bolushi

Banyak Buku yang mengisahkan tentang akhir zaman mau pun tentang ramalan akhir zaman, namun buku ini menjadi pilihan karya Jaber Bolusi sangat kontroversial dan bisa jadi banyak orang membuat buku tandingan serupa mungkin bagi yang senang akan pencerahan pengetahuan sangat bagus untuk disimak.

Salah satu mungkin keunikan dari dalam buku ini ada kupasan kata Bismillahirrahmanirrahim yang dalam bahasa arab terdiri dari 19 huruf. Penulis mengacu pada sebuah karya fenomenal Bassam Jarrar “Mukjizat angka 19 dalam Al-qur’an” untuk memprediksi peristiwa akhir zaman. Salah satu keunikan angka 19 adalah terdiri dari angka 1 dan 9, angka yang terkecil dan terbesar.. Dan kalo angka19 dikalikan dengan angka lain akan terjadi keunikan yang lain:

19 x 1 = 19 ( 1 + 9 ) = 10 ( 1 + 0 ) = 1
19 x 2 = 38 ( 3 + 8 ) = 11 ( 1 + 1 ) = 2
19 x 3 = 57 ( 5 + 7 ) = 12 ( 1 + 2 ) = 3
19 x 4 = 76 ( 7 + 6 ) = 13 ( 1 + 3 ) = 4
19 x 5 = 95 ( 9 + 5 ) = 14 ( 1 + 4 ) = 5
…… dan seterusnya


Selain itu kata “Ismi” dalam Al Qur’an terulang sebanyak 19 kali.. Kata "Allah" dalam Al Qur’an terulang sebanyak 2,689 kali (19×142).. Kata “Rahman” terulang 57 kali (19 x 3).. kata “Rahim” terulang sebanyak 114 kali (19 x 6).

Terus yang bisa dia prediksi selain kedatangan imam mahdi tahun 2015 itu garis besarnya kurang lebih sebagai berikut: Read More



Tuesday, April 14, 2009

Berkat Sebiji Delima



Suatu hari, Fatimah r.a.jatuh sakit. Imam Ali menjadi sedih, turut merasakan sakit yang diderita istrinya. Tak henti-hentinya ia menengok Fatimah, bahkan berhari-hari tak beranjak dari sisinya. Ia menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan Fatimah, dan menggantikan tugasnya selama ia sakit.

“Beristirahatlah, wahai Fatimah, agar sakitmu segera hilang,” kata Imam Ali kepada isterinya.

“Aku telah cukup beristirahat, sampai-sampai aku malu apabila melihatmu mengerjakan tugas-tugas seorang ibu,” jawab Fatimah dengan sura lirih.

“Jangan pikirkan itu. Bagiku semua itu sangat menyenangkan. Lagi pula, setelah engkau sembuh nanti, semua tugas, engkaulah yang akan mengerjakannya.”

“Tapi, sudah terlalu lama rasanya engkau menggantikan pekerjaanku…”

“Jangan pikirkan itu, kataku. Aku melakukan segalanya dengan senang hati. Percayalah…”

Engkau sungguh suami yang mulia…”

Fatimah berkata sambil matanya berkaca-kaca.

“Wahai …adakah engkau menginginkan sesuatu?”tanya Imam Ali dengan tiba-tiba.

Fatimah terdiam sebentar, kemudian berkata: “Sesungguhnya sudah beberapa hari ini aku menginginkan buah delima.”

“Baiklah, aku akan membawakannya untukmu dengan rezeki yang diberikan Allah kepadaku,” kata Imam Ali, sambil bersiap keluar rumah. Tanpa membuang waktu, Imam Ali langsung berangkat menuju pasa, meskipun dengan uang pas-pasan. Dan sesampainya di pasar, ia pun langsung memberi sebuah delima, karena uangnya memang hanya cukup untuk sebuah delima, tidak lebih!

Di tengah perjalanan pulang, Imam Ali melihat seorang miskin duduk meringkuk di sudut jalan. Orang itu tampak menggigil dan tubuhnya lemah, menunjukkan bahwa ia sedang sakit. Imam Ali tak sampai hati melihatnya. Ia berhenti, menyampaikan salam dengan ramah, kemudian bertanya kepada orang itu: “Wahai sahabat, kenapakah gerangan engkau?” Mendengar suara, orang itu mengangkat kepalanya perlahan, dan matanya memandang Imam Ali dengan lemah. Ia pun menjawab salam Imam Ali, kemudian berkata:”Sesungguhnya tubuhku terasa dingin, dan badanku serasa tak bertenaga.”

“Sakitkah engkau?” tanya Imam Ali lagi.

“Begitulah kiranya. Sudah sejak dua hari lalu perutku tak kemasukan makanan apa pun,”jawab orang itu dengan suara parau.

Astaghfirullah…,”Imam Ali tercengang. Ia terdiam sejenak, memotong buah delima yang dibawanya, kemudian berkata: “Tabahkanlah hatimu. Percayalah bahwa Allah tak akan melupakan hamba-Nya yang baik. Bertasbihlah kepada Allah, dan ambillah buah ini, semoga dapat meringankan penderitaanmu.”

Orang itu pun mengambil sepotong buah delima tersebut dari tangan Imam Ali, kemudian bertasbih, bertakbir, dan bersyukur kepada Allah. “Subhanallah..Alhamdulillah

Allahu Akbar…Mahabesar Engkau ya Allah…” Dan ia pun makan buah delima itu dengan senyum penuh syukur. Baca Selanjutnya...

Khasiat Jus Delima...

11 Health Benefits of Pomegranate Juice...

Monday, April 13, 2009

10 Wasiat Fatimah Az Zahra





1. Maka Allah jadikan keimanan sebagai penyuci kalian dari syirik. (A’yan as-Syi’ah)
2. Dan (Allah jadikan) shalat sebagai pembersih bagi kamu dari sifat sombong. (A’yan as-Syi’ah)
3. Dan (Allah jadikan) zakat sebagai penyucian diri dan demi pengembangan rezeki. (A’yan as-Syi’a

Read More


FATIMAH AZ-ZAHRA AS, PENGHULU WANITA SEMESTA

Sunday, April 12, 2009

Sedekah Memperbanyak Rezeki


Jika anda ingin berdo'a memohon rezeki, berilah sedekah terlebih dahulu.

If you want to pray to the Lord for better means of subsistence then first give something in charity.

Di antara anak Imam Jaafar As-Shadiq, ada yang bernama Muhammad. Kadangkala Muhammad memiliki baki pendapatannya beberapa dinar. Imam As-Syadiq, pada satu ketika, bertanya,

"Berapakah baki wang kamu?"

Muhammad menjawab, "Empat puluh dinar."

Imam As-Syadiq terus berkata, "Sedekahkan semua wang kamu ke jalan Allah."

Muhammad menjawab, "Saya tidak memiliki wang selain wang yang ada ini, jika saya sedekahkan semuanya, maka saya tidak akan memiliki sebarang wang lagi."


Imam As-Syadiq menjawab, "Sedekahlah wang itu dan Allah akan menggantikannya, tidakkah engkau tahu bahawa segala sesuatu itu ada kuncinya dan kunci rezeki adalah bersedekah!"

Muhammad menerima nasihat ayanhandanya dan menyedekahkan 40 dinar yang ada baki hasil pendapatannya. Belum sampai sepuluh hari, ada orang memberi Imam As-Syadiq sebanyak 4,000 dinar.

Lalu Imam As-Syadiq berkata kepada Muhammad, anaknya, "Anakkuk,! Kita memberi sedekah demi Allah sebanyak 40 dinar, dan Allah menggantikannya dengan 4,000 dinar, iaitu sebanyak 100 kali gandanya."

Saturday, April 11, 2009

Cara Backup Blog

... sebab ramai sgt bertanya cam na nak backup blog hari nie aku bukak blk kitab lama cara2 nak backup blog spaya anda tak menangis & meroyan kehilangan hasil karya anda. Terdpt byk cara nak backup blog nie..

1. Guna Blogger Backup Utility :

Boleh download kat sini.
Dgn software ini kita boleh simpan semua en3 kita di dlm harddisk @ folder kita tetapi komen tak boleh. Screenshotnya kat sini.

Sumber sah:-jentayutiara.blogspot.com

Thursday, April 09, 2009

Mempercepat Waktu Boot Pada Windows.

Kadang waktu booting komputer terasa lama walaupun hanya berkisar antara 3 sampai 4 menit. berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk dapat mempercepat waktu booting hingga mencapai 20 %. ................Read More

Wednesday, April 08, 2009

Siapa Manusia Pertama Yang Mengungkap Bait Syair?

Al-kisah diriwayatkan bahawa Asy-Syami pernah bertanya Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as tentang orang pertama yang mengucap syair, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as menjawab, "(Orang yang pertama kali mengucapkan syair adalah) Nabi Adam as. Ketika Nabi Adam as diturunkan bumi ke dari langit, dia melihat tanahnya, kelapangannya, dan cuacanya, sampai kejadian Qabil membunuh Habil, Nabi Adam as mengucapkan bait syair seperti ini:-

Berubahlah negeri dan semua yang ada di atasnya,
wajah bumi tertutup debu nan jelek,
Berubah segala yang memiliki warna dan rasa,
dan berkuranglah keceriaan wajah yang senang.

Bagaimana pun, si Iblis laknatullah yang terkutuk telah memberi reaksi kepada syair yang diungkapkan oleh Nabi Adam as, Iblis lalu mengungkap syair seperti berikut:-




Tersingkir sudah dari negeri dan penghuninya,

Jauh dari kekekalan menjadi sempit yang lapang,
Dahulu kau bersama pasanganmu menetap nyaman,
Sedang hatimu dari derita dunia aman,
Belum kau terkena tipu dan kejahatanku,
Hingga nilai tinggi akhirnya hilang darimu,
Sungguh jikalau rahmat Sang Kuasa tidak kau korbankan,
Pastilah udara syurga abadi masih di genggaman.

Mungkin ini sudah ditakdirkan, jikaulah datuk kita Nabi Adam as tidak terpujuk dengan godaan syaitan, mungkin semua manusia berada di dalam syurga hingga kini??

Tuesday, April 07, 2009

Orang Buta Sejak Kecil Akhirnya Dapat Melihat


Haji Nuri dalam bukunya, Dar as-Salam jilid ke-2 halaman 63 menukil sebuah cerita:-
Syeikh Ibrahim Wahsyi, salah seorang penduduk desa Rumahiyah, sebuah desa di dekat perbatasan Iraq, sejak kecil sudah buta dan tidak mampu melihat. Jika musim dingin tiba ia mengasingkan diri di desa itu, sementara jika musim panas, ia pergi ke Najaf dan tinggal di sisi makam Sayyidina 'Ali menghabiskan waktunya dalam zikir dan doa.

Satu malam, ia pergi berziarah dan membaca doa-doa, bertawassul kepada para Imam yang suci. Pada ketika itu, tiba-tiba ia melihat dirinya memasuki pusara Sayyidina 'Ali as tidak ada satu lampu pun yang menyinari, namun sinar yang keluar dari makam Sayyidina 'Ali as menerangi sekitarnya. Ia pun melangkah, menghampiri pusara itu, diletakkannya tangannya di atas makam itu, ketika ia mengangkat kepalanya, dilihatnya Sayyidian 'Ali as sedang duduk di atas sebuah singgahsana, dari paras suci Imam memancar cahaya yang amat terang. Begitu ia melihat Imam dengan serta merta ia jatuhkan dirinya ke pangkuan Imam, tangannya menggapai kaki Imam, lalu diusapnya tiga kali. Sayyidina 'Ali berkata, "Engkau telah memperoleh pahala seorang syahid."



Apabila mendengar ini, ia terbangun, namun ia masih tidak bisa dapat melihat, pada dirinya ia berkata, 'Ya Imam kenapa tidak kau usap mataku sehingga aku biasa melihat.' Keesokan malamnya ia berdzikir, membaca doa tawassul dan bermunajat kepada Allah SWT. Dalam pada itu ia tertidur. Di dalam mimpi, ia melihat dirinya berada di sebuah padang pasir. Di kejauhan ia melihat seseorang menghampirinya, di belakang orang itu kelihatan sekitar tiga ratus orang lagi berjalan di belakangnya. Ketika orang itu berhenti, orang lain menghamparkan sajadah untuknya. Ia pun sembahyang, sementara ratusan orang tadi dengan sendirinya bermakmum kepadanya. Syeikh ini pun bergabung dengan mereka. Ketika selesai sembahyang, seekor kuda dibawakan untuk Imam tadi, Beliau pun menungganginya dan segera berlalu. Dengan kehairanan Syeikh itu bertanya kepada orangyang hampir dengannya, "Siapa gerangan beliau?"

"Engkau bermakmum kepadanya, tapi tidak kau ketahui namanya?"

"Saya baharu sahaja sampai, tak seorang pun yang saya kenal di sini."

"Beliau adalah Imam Mahdi Hujjat ibni al-Hasan as."

Di sini pun Syeikh itu lupa akan matanya, ia segera memanggil Imam, dan bertanya kepada beliau, "Wahai putra Rasulullah, apakah aku ini termasuk ahli syurga atau ahli neraka?"

Mendengar pertanyaan ini, Sang Imam tersenyum kepadanya, Syeikh itu pun lari merangkul Imam, pada saat itu m Imam mengusapkan tangannya tiga kali ke muka Syeikh sambil berkata,

"Engkau termasuk ahli syurga."

Pada saat itu, saking terkejutnya, ia terbangun dari tidurnya. Sekelilingnya gelap gulita. Ia rasakan bahwa dirinya terbaring di sebuah katil, sementara air mengalir deras dari matanya membasahi janggutnya. Perlahan-lahan ia angkat kepalanya, ketika itu dengan jelas ia nampak bintang-bintang bersinar di sudut jendela.

Ia bangunkan isterinya, dan menceritakan segala yang ia alami padanya. Mereka dengan segera membawa sebuah lampu dan menyaksikan karunia Allah yang telah dianugerahkan kepadanya lewat tangan Sahibbuz Zaman, Imam Mahdi as."

Monday, April 06, 2009

Tuntutan dan Argumentasi Sayyidah Fathimah as

Untuk mengetahui secara detail apa sebenarnya yang terjadi dalam khotbah dan dialog antara Sayyidah Fathimah Az Zahra as dengan Abu Bakar sangat perlu untuk melihat langsung teks khotbah itu.

Pada salah satu bahagian dari khotbahnya Sayyidah Fathimah as menuntut haknya atas tanah Fadak:

Saat ini kalian menganggap bahwa kami tidak punya warisan!?

Apakah mereka menginginkan hukum jahiliah, padahal hukum mana yang lebih dari hukum Allah bagi mereka yang beriman.

Read More

Tanah Fadak

Telah disebutkan dalam pelbagai kitab sejarah bahawa ketika khalifah Umar bin Abd Aziz mengembalikan Tanah Fadak kepada anak-cucu Fathimah Zahra' as, Bani Umayyah telah memprotesnya dan berkata " Mengapa engkau mengutamakan anak-anak Fathimah atas kami?


" Dia menjawab, " Tidakkah kalian dengar sabda Rasulullah saww, ' Barangsiapa yang diredai Fathimah Zahra' as, maka Allah SWT meredainya ' dan aku tidak memiliki kebajikan-kebajikan. Semoga al-Zahra' bahagia dengan tindakanku ini."
Read More

Helali+-+Reyhanatul+Mushtapha

Sunday, April 05, 2009

Di Sebalik Kisah Ashabul Kahfi (Part 1)

Ketika Umar bin Khattab diangkat menjadi khalifah, sekelompok pendeta Yahudi datang kepadanya, dan salah seorang berkata kepada Ali bin Abi Thalib, "Wahai Ali, aku ada satu masalah yang ingin aku tanya kepadamu,"

Ali pun berkata, "Bertanyalah sesuka hatimu."

Orang Yahudi itu pun berkata, "Beritahukan padaku tentang sekelompok manusia pada zaman dahulu, mereka mati selama tiga ratus sembilan tahun, lalu Allah hidupkan kembali. Bagaimana kisah mereka?"

Ali berkata, "Wahai Yahudi, mereka adalah penghuni gua (Ashabul Kahfi), Allah telah menurunkan atas nabi kami Al-Quran yang memuat kisah mereka. Kalau engkau mahu, akan kami bacakan kisah mereka di hadapanmu."

Orang Yahudi berkata, "Betapa sering aku mendengar Al-Quran. Kalau engkau memang tahu, katakan padaku nama-nama mereka, nama raja, nama anjing, nama gunung, nama gua dan kisah mereka dari awal hingga akhir."

Lalu Ali berihtiba' (duduk sambil mengangkat kedua lutunya dengan melilitkan serban pada kedua lutunya) dengan serban Rasulullah SAW, seraya berkata, "Wahai saudara bangsa Arab, kekasihku Muhammad SAW pernah bercerita kepadaku bahawa di daerah Romawi sebuah kota bernama Afsus dan juga dinamakan Thurthus. Nama kota itu di zaman jahiliah adalah Afsus, lalu ketika Islam datang dinamakan Thurthus. Mereka mempunyai seorang raja yang soleh. Raja itu mati lalu tersebar berita kematiannya hingga seorang raja dari Persia yang bernama Diqyanus mendengar berita tersebut. Dia adalah raja yang sangat zalim dan kafir. Dia datang bersama bala tenteranya ke kota Afsus dan menjadikannya sebagai tempat kerajaannya, lalu membangun sebuah istana."

Yahudi itu berkata, "Jika Anda benar-benar tahu, maka jelaskan kepadaku tentang istana itu dan ruang-ruangannya!"

Ali menjawab, "Raja itu membangunkan istana dari marmar, panjangnya satu farsakh (5 - 6 km), lebarnya satu farsakh. Di dalamnya terdapat empat ribu pilar dari emas dan seribu lampu emas. Lantainya dari suasa dan setiap malam diisi dengan minyak wangi yang harum. Dia letakkan di bahagian timur seratus delapan puluh kekuatan, demikian juga di bahagian baratnya. Matahari dari sejak terbit sampai terbenam mengitari istana. Dia membuat singgahsana dari emas panjangnya delapan puluh hasta dan berhiaskan mutiara. Dia letakkan di sebelah kanan singgahsana delapan puluh kursi emas untuk para panglimanya dan juga di sebelah kirinya delapan puluh kursi emas juga. Dia duduk di atas singgahsananya sambil mengenakan mahkota di atas kepalanya."

Khutbah Nabi SAW dalam Pernikahan Puterinya Fatimah Az-Zahra' (sa)

"Segala puji bagi Allah yang terpuji dengan segala nikmat-Nya, yang disembah dengan ketentuan-Nya, yang ditaati dengan kekuasaan-Nya, yang ditakuti azab dan kekuasaan-Nya, yang meliputi perkara-Nya di langit dan bumi-Nya, yang menciptakan makhluk dengan takdir-Nya, yang mengistimewakan makhluk-Nya dengan hukum-Nya dan memuliakan mereka dengan agama-Nya, yang menjadikan mereka mulia dengan Nabi-Nya Muhammad saw. Sesungguhnya Allah nama-Nya Maha Mulia, Maha Tinggi dan Maha Agung. Ia telah menjadikan mushaharah (hubungan keluarga karena pernikahan) sebagai sebab penerus generasi, perkara yang menjadi sebab penyambung keluarga dan penerus generasi manusia. Allah yang Maha mulia firman-Nya menyatakan: "Dialah yang menciptakan manusia dari air kemudian menjadikan manusia punya keturunan dan mushaharah, dan Tuhanmu Maha Kuasa." (Al-Furqan: 54). Perkara Allah swt berlaku dalam ketetapan-Nya, ketetapan-Nya berlaku dalam takdir-Nya, setiap ketetapan mempunyai takdir, setiap takdir mempunyai ajal, dan setiap
ajal mempunyai kitab, "Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan (apa yang dikehendaki), di sisi-Nya ada Ummul Kitab." (Ar-Ra'd: 39).

Baca seterusnya di

Putihnya Hati Kerana Taubat

Pada kitab Ushul Kafi, yang ditulis lebih seribu tahun yang lalu, ada sebuah riwayat yang menukil ucapan Imam Shadiq as, beliau berkata:-

Suatu hari, ada seseorang datang berjumpa Rasulullah SAW dan berkata bahawa ada seorang yang sedang sakit parah dan mungkin ajalnya sudah hampir tiba. Rasul SAW pun disertai beberapa orang sahabatnya pergi menuju rumah orang yang disebutkan itu. Ketika sampai di sana, Rasulullah SAW melihat ke suatu arah, mungkin ke arah malaikat maut seraya bersabda,

"Tahan, aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya."

Setelah itu, tiba-tiba orang yang sakit itu kembali kepada keadaan normal. Melihat ini Rasul SAW bertanya,

"Apa yang kau lihat?"

"Ketika aku mulai siuman, aku melihat banyak gumpalan hitam dan putih di depanku," jawab orang yang sakit itu.

"Yang mana lebih dekat, yang putihkah atau yang hitam?" Tanya Rasulullah SAW.

"Yang hitam," jawab si sakit.

Mendengar ini Rasul SAW mulai bersabda.
"Ucapkanlah, Allohummaghfirlil katsira min ma'asik waqbal minnil yasira mi tho'atik, yakni, Ya Tuhanku, ampunilah banyaknya dosaku, dan kabulkanlah sedikitnya amalku."

Setelah orang itu membaca doa ini, ia kembali jatuh pengsan. Rasul SAW pun kembali berkata kepada malaikat maut, "Tahanlah, aku masih ingin menanyai beberapa hal."

Orang itu kembali siuman. Matanya terbuka. Rasul SAW kembali bertanya,

"Sekarang, mana yang lebih dekat, yang hitam atau yang putih?"

"Yang putih, Ya Rasulullah."

Mendengar ini, Rasulullah SAW berpaling menengok sahabat-sahabatnya seraya bersabda,

"Tuhan telah mengampuni dosa-dosa temanmu."

Ketika sampai di sini Imam Shadiq as berkata,

Setiap kali engkau atau temanmu berbaring, bacalah selalu doa ini;

Allohummaghfirlil katsira min ma'asik waqbal minnil yasira mi tho'atik.

Al Kahfi



18:9. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

18:10. (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".

18:11. Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,

18:12. kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).

18:13. Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk;

18:14. dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran".

18:15. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih lalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

18:16. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.

18:17. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

18:18. Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.

18:19. Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun.

18:20. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya".

18:21. Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: "Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya".

18:22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.

18:23. Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi,

18:24. kecuali (dengan menyebut): "Insya-Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini".

18:25. Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).

18:26. Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Al-Kahf | 110 verses | The cave سورة الكهف
Sura #18 | Makkah

24 إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَـٰذَا رَشَدًا

Transliteration 24: Illa an yashaa Allahu waothkur rabbaka itha naseeta waqul AAasa an yahdiyani rabbee liaqraba min hatha rashadan

Yusuf Ali 24: Without adding, "So please Allah." and call thy Lord to mind when thou forgettest, and say, "I hope that my Lord will guide me ever closer (even) than this to the right road."

Shakir 24: Unless Allah pleases; and remember your Lord when you forget and say: Maybe my Lord will guide me to a nearer course to the right than this.

Pickthal 24: Except if Allah will. And remember thy Lord when thou forgettest, and say: It may be that my Lord guideth me unto a nearer way of truth than this.

Mohsin Khan: 24: Except (with the saying), "If Allah will!" And remember your Lord when you forget and say: "It may be that my Lord guides me unto a nearer way of truth than this."

French 24: sans ajouter: ‹Si Allah le veut›, et invoque ton Seigneur quand tu oublies et dis: ‹Je souhaite que mon Seigneur me guide et me mène plus près de ce qui est correct›.

Spanish 24: sin: "si Alá quiere". Y, si te olvidas de hacerlo, recuerda a tu Señor, diciendo: "Quizá mi Señor me dirija a algo que esté más cerca que eso de lo recto".

Indonesian 24: kecuali (dengan menyebut): "Insya-Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini".

Saturday, April 04, 2009

Hazrat Fatema (SA), the Perfect Lady




She
was not only the most virtuous and greatest woman of all time but one of the most perfect human beings. She was however not destined to live more than three months after the passing away of her father. During her short life, she rose up to defend not only the usurped rights of her husband but the rights and inheritance of all Muslim women as well. She was epitome of faith as testified by Ayahs 49 and 50 of Surah Saad, which read:

“And most surely there is an excellent resort for those who guard (against evil). The gardens of perpetuity, the doors are opened for them.”
Read more from www.alamaken.org

Friday, April 03, 2009

Darah Pertama Yang Tumpah Di Bumi

Seorang uskup dari Najran datang menghadap sang khalifaah. Uskup itu berkata, "Wahai pemimpin kaum muslimin, negeri kami dingin dan kehidupannya sukar, sehingga tiada yang dapat bertahan walaupun tentera. Jadi mereka tidak dapat datang ke sini. Aku sahajalah yang akan menjamin upeti negeriku dan aku bawakan untukmu setiap tahun."

Maka dia pun selalu membawa harta kekayaan setiap tahun dan sang khalifah memberi kebebasan kepadanya. Suatu ketika datanglah seorang uskup berserta rombongan. Dia telah lanjut usia, tampan dan berwibawa. Khalifah tersebut mengajaknya kepada Allah dan rasul-Nya serta kitab-Nya. Dia juga menjelaskan keutamaan Islam serta kenikmatan serta kemuliaan yang diperoleh kaum muslimin. lalu uskup itu bertanya kepadanya, "Wahai Amirul Mukminin, apakah anda membaca dalam kitabmu 'Dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi,' maka di mana letaknya neraka?"

Khalifah diam dan kemudian berkata kepada Ali, "Jawablah kepada soalannya!"

Ali menjawab, "Aku akan menjawab soalan mu wahai uskup. Bagaimana pendapatmu jika malam tiba, maka di manakah siang? Dan jika siang tiba, maka di manakah malam?"

Uskup itu berkata, "Aku tidak mengira seseorang dapat menjawab pertanyaan ku tadi. Siapakah pemuda ini wahai Amirul Mukminin?"

Khalifah itu berkata, "Dia adalah Ali bin Abi Thalib, sepupu Rasulullah saww, menantu beliau dan ayah Al-Hassan dan Al-Husein."

Sang uskup berkata lagi, "Beritahu aku wahai khalifah, tentang tanah dari bumi ini yang hanya sekali disinari matahari dan tidak mendapat sinar sebelum dan sesudah itu?"

Sang khalifah berkata, "Tanyakanlah kepada pemuda ini!"

Lalu uskup tadi bertanya kepada Ali dan Ali pun menjawab. "Iaitu laut yang terbelah untuk Bani Israel maka matahari menyinari dasarnya saat itu. Penyinaran itu tidak pernah terjadi sebelum dan sesudah peristiwa tersebut."

Uskup kemudian berkata, "Beritahu kepada ku tentang sesuatu yang berada di tangan manusia yang menyerupai buah-buahan syurga!"

Sekali lagi sang khalifah berkata, "Tanyakan pada pemuda ini!"

Uskup kembali bertanya kepada Ali dan sekali lagi Ali menjawab, "Aku jawab pertanyaan anda. Itulah Al-Quran yang disepakati oleh penghuni dunia. Mereka mengambil darinya keperluan mereka, tetapi Al-Quran tetap tidak berkurangan. Demikian pula buah-buahan syurga."

Uskup berkata, "Anda benar. Beritahukan aku tentang darah yang pertama kali jatuh ke permukaan bumi!"

Ali menjawab, "Kami tidak sependapat dengan mereka yang mengatakan bahawa itu adalah darah anak rusa yang pertama kali lahir. Tapi darah yang pertama kali jatuh di atas permukaan bumi adalah ari-ari Hawa ketika melahirkan Habil putra Adam a.s."

Uskup berkata, "Anda benar. Tinggal satu pertanyaan lagi. Beritahukan kepada ku, di mana Allah?"

Sang khalifah marah, tetapi Ali berkata, "Aku akan menjawab pertanyaan anda. Bertanyalah kepada ku sesuka hati anda. Dahulu kami bersama Rasulullah, jika malaikat datang pada beliau dan mengucapkan salam, beliau bertanya, 'Dari mana anda diutuskan?' Dia menjawab, "Dari langit ke tujuh, dari Tuhanku.' Malaikat datang lagi dan beliau menanyakan pertanyaan yang sama. Jawab malaikat, 'Aku diutus dari bumi ke tujuh, dari Tuhanku.' Lalu malaikat datang untuk ketiga kalinya dari arah Timur, dan yang ke empat kalinya dari arah Barat. Dengan demikian Allah 'Azza wa Jalla ada di sana dan di sini. Dia di langit Tuhan dan bumi Tuhan"

My Blog List

Followers

Follow Us on Facebook

From Where?

widgeo

Star


c

Visitors Map

Visitors Map